Kalimat Singkat yang bermakna Do’a (Barokallah bukan Barokillah)


Saling mendo’akan dalam kebaikan merupakan anjuran bagi setiap muslim. Kalimat sapa saat bertemu dengan sesama muslim juga merupakan do’a “Assalamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh” yang artinya (Semoga) Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan diberikan kepada kamu. Lalu wajib dijawab “Wa ‘alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” yang berarti dan (semoga) Keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan diberikan kepada kamu. Malah, dianjurkan juga menjawab salam dengan kalimat yang lebih panjang. Disadari atau tidak, ketika kita terbiasa mengucapkan kalimat ini dalam menyapa saudara kita yang muslim, berarti kita mendoakan saudara kita. Tapi, kalau kalimatnya diganti dengan plesetan-plesetan bercanda jadi “ikum”, “lamikum”, dan lainnya, apakah masih menjadi doa?

Do’a lainnya adalah ketika medengar orang muslim lainnya yang sakit, kita mengucapkan “Syafakallah”, “syafakillah” serta kalimat lain yang disesuaikan dengan posisi subjek orang yang sakitnya, kalau orang ketiga perempuan (dia/her) kita mengucapkan “Syafahallah”. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menjenguk yang sakit mengucapkan “Laa ba’sa thohuurun in syaa’allah” (tidak mengapa, semoga dapat membersihkan kamu (dari dosa) insya Allah) juga mendoakan “As alukalloohal-’azhiima, robbal ‘arsyil-’azhiimi, ayyasyfiyaka” (Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb ‘Arsy yang agung agar menyembuhkanmu)

Bahkan, di saat-saat tertentu, muslim diajarkan untuk saling mendoakan dalam keberkahan dengan mengatakan “Baarokallah”, yang bisa disesuaikan untuk siapa kalimat “Baarokallah” ini ditujukan. Kalau untuk orang yg sedang berbicara dengan kita (kamu) laki-laki, jadi “Baarokallah laka” atau “Baarokallah fiika”. Kalau untuk orang yg sedang berbicara dengan kita (kamu) perempuan, kalimatnya jadi “Baarokallah laki” atau “Baarokallah fiiki”. Kalau untuk sekelompok orang yg sedang berbicara dengan kita (kalian), kalimat ini jadi “Baarokallah fiikum” atau “Baarokallahu lakum”, dan subjek lain yang sesuai.

Pernah denger atau liat tulisan “Baarokillah” “Baarokumullah” “Baarohallah” atau “Baarohumullah” ?
Saya bukan pakar bahasa Arab, juga tidak memahami bahasa arab. Tapi yang saya tau, kalimat   “Baarokillah” “Baarokumullah” “Baarohallah” atau “Baarohumullah” bukan kalimat yang benar untuk do’a Baarokallah bagi kamu perempuan, kalian, dia, ataupun mereka. Kalau ditela’ah dari struktur bahasa arab, Baroka atau Barokah adalah satu kata tanpa domir/subjek. Simplenya, di Bahasa Indonesia kita mengenal kata “keberkahan” yang asal katanya adalah “berkah” atau “barokah”, tapi kita tidak mengenal kata “berkih” “berkum” “barokih” atau “barokum”. Iya, kan?

Kata “Baarokallah” bermakna do’a, tapi Barokillah dan kawan-kawannya yang saya sebut tidak bermakna do’a, atau bahkan mungkin tidak ada maknanya dalam bahasa arab. Supaya kalimat-kalimat ini tetep bernilai do’a, supaya tetep mengikuti Sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam untuk saling mendoakan, Ayo kita perbaiki kalimat-kalimat do’a ini :D

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di umum dan tag , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s