Kamu cuma teman saya kok.. :)

void void void!

void artinya kosong, ya kan? Kata ini yang pantas dan saya jawab sejujur-jujurnya untuk semua pertanyaan-pertanyaan itu. “Siapa yg lagi disuka?”, “kamu suka sama si itu?”, “cieee.. yg lagi berbunga-bunga cinta..” atau “Ndong, sekarang kamu sama si itu gimana?”. My heart is void of that feeling, void of names, void of characters, percaya gak? Kebanyakan temen-temen saya gak percaya.. huhu.. u_u

Saat ini, saya masih memenuhi hati sama yang patut diisi aja, cinta ke orang tua, keluarga, teman-teman, saudara-saudara. Rasa cinta yg universal, yang dipunyain setiap orang tanpa pake embel-embel someone special. Saya cuma mau merasakan hal yg orang-orang tanyakan ke saya itu ke orang yang tepat, yang Allah tuliskan untuk saya di Lauh Al-mahfuz, dan di waktu yang tepat. Waktu yang tepatnya kapan? ya biarlah Allah yang kasih tau kapan waktunya, tepatnya sekarang ya sekarang, kalo tahun depan ya tahun depan.. Saya hanya ingin mencintai orang yang Allah pilih menjadi imam saya dan keturunan saya. Kalau gak memastikan diri jadi imam, ya saya pilih opsi “no heart feeling”. Udah, itu aja.

Kalau pun saat ini ada temen, ya mereka semua itu memang temen. Ada senior yang jadi tempat bertanya, belajar, diskusi. Ada temen sebaya yang jadi rekan kerja, diskusi, dan berbagi aspirasi. Kalau saya bilang itu kakak, ya karna saya memang menganggap sebagai kakak, kalau bilang temen ya temen. Entah, tapi sampai saat ini, saya kadang berpikir rasanya kaya pamrih aja kalau misalkan kita baik ke seseorang sebagai teman dan dia juga baik sama kita, lalu kita berharap lebih. Saya mencoba untuk tidak pamrih menurut definisi saya tadi.

jadi kamu, dia, mereka, adalah teman-teman saya, keluarga ukhuwah saya. Tidak lebih.

Karena pemikiran-pemikiran kalau ada rasa-rasa yang kaya gitu tuh seringnya malah merenggangkan ukhuwah. Ada beberapa orang yg nampak jadi segan gara-gara ada kabar ga jelas, ntah kabarnya dia suka saya, atau saya yg suka dia. Dan saya juga jadi males sama orang itu.

Dan semoga setelah ini gak ada lagi pemikiran orang kalau saya baik ke si X, Y, Z, A, B, C, atau apapun hurufnya itu, karena saya suka. Void hati, No heart feeling. Saya cukupkan ruang-ruang hati saya untuk Allah, Nabi Muhammad, keluarga, saudara, pertemanan. No more for now, until the day “a real he” come.šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s